-->

Sabtu, 31 Agustus 2019

Mengenal Lebih Jauh Jenjang Jabatan Guru PNS

Sebagaimana lazimnya pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di institusi pemerintah lainnya, guru pun punya jenjang karir yang istilahnya adalah jabatan fungsional guru. Jenjang jabatan guru ini tergantung dari berbagai syarat yang harus dipenuhi, antara lain yaitu angka kredit, capaian prestasi, profesionalitas, dan lama tahun mengajar.



Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh MenPAN dan Reformasi Birokrasi nomor. 16 Tahun 2009, penjelasan jabatan fungsional guru yaitu :“Jabatan fungsional dengan cakupan, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan aktifitas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik untuk pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah menurut peraturan perundang-undangan yang diduduki Pegawai Negeri Sipil.”

Singkatnya, jabatan fungsional guru cuma diterima oleh pendidik dengan status PNS. Jenjang jabatan guru dalam bentuk jabatan fungsional tersebut masih dipersempit menurut pangkatnya. Di samping kedudukan, pangkat ini pun yang membedakan nominal gaji yang diperoleh seorang guru dari guru lain. Nah, supaya lebih paham, berikut jenjang jabatan guru Pegawai Negeri Sipil dalam pangkat dan golongan ruang yang tertera lengkap di bawah ini :

1. Guru Golongan I

Golongan/Ruang : I/a
Jabatan : -
Pangkat : Juru Muda

Golongan/Ruang : I/b
Jabatan : -
Pangkat : Juru Muda Tingkat 1

Golongan/Ruang : I/c
Jabatan : -
Pangkat : Juru

Golongan/Ruang : I/d
Jabatan : -
Pangkat Juru Tingkat 1

2. Guru Golongan II

Golongan/Ruang : II/a
Jabatan : -
Pangkat : Pengatur Muda

Golongan/Ruang : II/b
Jabatan : -
Pangkat : Pengatur Muda Tingkat 1

Golongan/Ruang : II/c
Jabatan : -
Pangkat : Pengatur

Golongan/Ruang : II/d
Jabatan : -
Pangkat : Pengatur Tingkat 1

3. Guru Golongan III

Golongan/Ruang : III/a
Jabatan : Guru Pertama
Pangkat : Penata Muda

Golongan/Ruang : III/b
Jabatan : Guru Pertama
Pangkat : Penata Muda Tingkat 1

Golongan/Ruang : III/c
Jabatan : Guru Muda
Pangkat : Penata

Golongan/Ruang : III/d
Jabatan : Guru Muda
Pangkat : Penata Tingkat 1

4. Guru Golongan IV

Golongan/Ruang : IV/a
Jabatan : Guru Madya
Pangkat : Pembina

Golongan/Ruang : IV/b
Jabatan : Guru Madya
Pangkat : Pembina Tingkat 1

Golongan/Ruang : IV/c
Jabatan : Guru Madya
Pangkat : Pembina Utama Muda

Golongan/Ruang : IV/d
Jabatan : Guru Utama
Pangkat : Pembina Utama Madya

Golongan/Ruang : IV/e
Jabatan : Guru Utama
Pangkat : Pembina Utama

Sementara Golongan/Ruang untuk guru PNS yang baru saja diangkat adalah sebagai berikut :

- Pegawai baru lulusan SD atau sederajat : I/a
- Pegawai baru lulusan SMP atau sederajat : I/b
- Pegawai baru lulusan SMA atau sederajat : II/a
- Pegawai baru lulusan D1/D2 atau sederajat : II/b
- Pegawai baru lulusan D3 atau sederajat : II/c
- Pegawai baru lulusan S1 atau sederajat : III/a
- Pegawai baru lulusan S2 sederajad : III/b
- Pegawai baru lulusan S3 atau sederajat : III/c

Hubungannya dengan besarnya Tunjangan Kinerja (Tukin) maka kelas guru berdasarkan jabatan yang diemban yaitu :

- Guru pertama, kelas 8 ( Rp.3.319.000)
- Guru Muda, kelas 9 (Rp.3.781.000)
- Guru Madya, kelas 11 (Rp.5.183.000)
- Guru Utama, kelas 17 (Rp.29.085.000)

Untuk guru PNS agar memperoleh promosi kenaikan pangkat, kecuali bekerja dengan pengabdian penuh, pastikan juga mengembangkan prestasi dengan :

1. Menulis Buku

Gunakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai bahan untuk menulis buku. Buku yang diterbitkan dengan ISBN memiliki nilai kredit 4.

2. Menulis Artikel Ilmiah

Aktivitas literasi misalnya menulis artikel ilmiah pun akan mempercepat proses kenaikan jabatan. Artikel ilmiah yang dibuat akan menambah angka kredit : 3 untuk jurnal tingkat nasional, 2 untuk jurnal tingkat provinsi, dan 1 untuk jurnal tingkat kabupaten.

3. Menyusun Laporan Penelitian

Susun laporan hasil penelitian untuk kemudian diseminarkan di MGMP tingkat kabupaten/kota yang akan mendapatkan angka kredit 4. Sementara kalau laporan penelitian cuma dibuat arsipnya di perpustakaan sekolah tanpa dipresentasikan dalam sebuah seminar maka angka kredit yang didapat hanya 2.